Tampilkan postingan dengan label From Bisma Hayu Kurusetra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label From Bisma Hayu Kurusetra. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Eubacteria

 
 
                                                               EUBACTERIA
 
 
Eubacteria (Bakteri)- Organisme Eubacteria ( Bakteri ) merupakan tipe organisme prokariot. dalam artikel ini kita akan mempelajari ciri-ciri Eubacteria ( Bakteri ), bentuk dari archaeobacteria, jenis-jenis Eubacteria (Bakteri) dan peranan dari Eubacteria (bakteri ).


Eubacteria (Bakteri)
Awalan Eu pada kata Eubacteria berarti sesungguhnya. Jadi Eubacteria berarti bakteri yang sesungguhnya. Selanjutnya disebut bakteri saja atau bisa disebut dengan kuman atau basil.

1. Ciri-ciri Eubacteria
Eubacteria memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Bersel tunggal, prokariotik, tidak berklorofil.
b. Bersifat heterotrof.
c. Ukuran tubuh 1 - 5 mikron.
d. Reproduksi vegetatif dengan membelah diri dan generatif dengan paraseksual.
e. Adaptasi terhadap lingkungan buruk membentuk endospora.
2. Struktur Anatomi Eubacteria

Struktur selnya terdiri atas:

a. Bagian sel sebagai penutup sel
1) Kapsula: bagian paling luar berupa lendir berfungsi melindungi sel.
2) Dinding sel: tersusun atas peptidoglikan yang merupakan polimer besar atau polisakarida.
3) Membran plasma: bagian penutup paling dalam, mengandung enzim oksida atau enzim respirasi.  Fungsinya sama dengan mitokondria pada sel eukariotik.

b. Bagian sitoplasma
Sitoplasma berbentuk koloid mengandung butiran-butiran protein, glikogen, dan juga lemak. Sel bakteri tidak mengandung organel retikulum endoplasmik, badan golgi, mitokondria, lisosom, dan sentriol. Tetapi bakteri
mengandung ribosom yang tersebar dalam sitoplasma. Bahan genetik berupa ADN atau kromosom di daerah sitoplasma tidak memiliki membran inti.

3. Klasifikasi Eubacteria
Bakteri dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara:
a. Berdasarkan cara mendapatkan makanannya

1) Bakteri heterotrof
Bakteri yang hidupnya tergantung pada organisme lain dalam hal pemenuhan zat organik sebagai sumber karbon (C).
Dibedakan menjadi 2, yaitu:
a) Bakteri saprofit (saproba), hidup dari zat-zat organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup atau sampah.
b) Bakteri parasit, hidup di dalam tubuh makhluk hidup atau bahanbahan dari tubuh inangnya. Dibedakan menjadi:
(1) Bakteri parasit fakultatif, dapat hidup sebagai saprofit.
(2) Bakteri parasit obligat, hanya mutlak sebagai parasit.
(3) Bakteri patogen, menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia.

2) Bakteri autotrof
Bakteri yang mampu menyusun makanan sendiri dengan sumber karbon (C) yang berasal dari senyawa anorganik (CO2 atau karbonat). Dibedakan menjadi:
a) Bakteri fotoautotrof, energi untuk sintesis berasal dari cahaya. Contoh bakteri ungu dan bakteri hijau.
b) Bakteri kemoautotrof, energi untuk sintesis makanan berasal dari reaksi-reaksi kimia. Contoh: Nitrosococcus,  Nitrosobacter, dan Nitrosomonas.
b. Berdasarkan kebutuhan oksigen pada waktu respirasi
1) Bakteri aerob
Bakteri yang memerlukan oksigen bebas dalam kehidupannya. Contoh: Nitrosococcus dan Nitrosomonas.

2) Bakteri anaerob
Bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas dalam kehidupannya. Contoh:
a) Clostridium tetani (anaerob obligat)
b) Escherichia coli (anaerob fakultatif)
c) Salmonella (anaerob fakultatif)
d) Shigella (anaerob fakultatif)

c. Berdasarkan jumlah dan kedudukan flagela
1) Atrik: tidak mempunyai flagela.
2) Monotrik: mempunyai flagela pada satu ujungnya.
3) Lofotrik: mempunyai sejumlah flagela pada salah satu ujungnya.
4) Amfitrik: mempunyai sejumlah flagela pada kedua ujungnya.
5) Peritrik: mempunyai flagela pada semua permukaan tubuh.



d. Berdasarkan bentuknya
1) Kokus (coccus) = bentuk bulat seperti bola, dibedakan atas:
a) Monococcus, tersusun satu-satu. Contoh: Monococcus gonorhoe.
b) Diplococcus, bergandengan dua-dua. Contoh: Diplococcus pneumoniae.
c) Tetracoccus, bergandengan empat-empat.
d) Sarcina, bergerombol membentuk kubus.
e) Staphylococcus, bergerombol membentuk buah anggur. Contoh: Staphylococcus aureus.
f) Streptococcus, bergandengan membentuk rantai.

2) Basil (bacillus) = bentuk batang (silinder), dibedakan atas:
a) Diplobacillus, bergandengan dua-dua. Contoh: Salmonella typhosa.
b) Streptobacillus, bergandengan membentuk rantai. Contoh: Azetobacter.
c) Monobacillus, tunggal (satu-satu). Contoh: Eschericia coli.

3) Spiral (spirillum) = bentuk spiral (lengkung), dibedakan atas:
a) Vibrio (bentuk koma), lengkung kurang dari setengah lingkaran. Contoh: Vibrio cholerae.
b) Spiral, lengkung lebih dari setengah lingkaran. Contoh: Spirochaeta pallidum.

4. Gram Stain (Pewarnaan Gram)
Pada tahun 1884 Christian Joachim Gram, seorang ahli bakteriologi asal Denmark menemukan teknik Gram Stain (pewarnaan gram). Teknik ini adalah memberikan pewarnaan pada bakteri. Sel bakteri diwarnai dengan kristal violet atau pewarna ungu dan kemudian dicuci dengan alkohol atau aseton. Bakteri yang warna ungunya tidak luntur disebut bakteri gram positif. Bakteri ini mempunyai dinding sel yang tebal sehingga pewarna ungu tidak akan larut ketika dicuci dengan alkohol atau aseton. Adapun bakteri yang warna ungunya luntur disebut bakteri gram negatif. Bakteri yang dinding selnya tipis ini selanjutnya diwarnai dengan safranin atau pewarna merah.

5. Reproduksi Eubacteria
a. Reproduksi bakteri pada umumnya aseksual, yaitu dengan pembelahan biner dari satu bakteri membelah menjadi 2 dan seterusnya.

b. Reproduksi secara seksual tidak terjadi pada bakteri, tetapi terjadi pemindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain tanpa menghasilkan zigot. Peristiwa ini disebut paraseksual. Ada 3 cara proses paraseksual, yaitu:
1). Transformasi, perpindahan sedikit materi genetik atau ADN bahkan hanya satu gen saja ke bakteri lain dengan proses fisiologis yang kompleks.
2). Konjugasi, bergandengnya dua bakteri dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik.

c. Transduksi, pemindahan materi genetik dengan perantaraan virus.

D. Bakteri dan Manusia
Pengetahuan tentang bakteri adalah hasil dari penelitian tentang penyakit-penyakit yang mereka sebarkan pada manusia. Untuk itu kalian harus mengetahui tentang bakteri patogen dan bagaimana mereka menyebabkan penyakit, kalian juga harus mengetahui bagaimana bakteri berguna untuk kalian. Bakteri digunakan dalam industri makanan, lingkungan, dan kimia.
1. Bakteri dan Kesehatan

Banyak orang berpikir bahwa bakteri adalah kuman penyebab penyakit. Ilmu yang mempelajari penyakit disebut patologi. Bakteri penyebab penyakit disebut patogen. Beberapa bakteri menyebabkan penyakit dengan memproduksi racun yang disebut toksin. Toksin dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
a. Eksotoksin
Adalah toksin yang dibuat dari protein. Eksotoksin diproduksi oleh bakteri Gram positif. Contoh penyakit yang disebabkan oleh eksotoksin adalah tetanus.
b. Endoktoksin
Adalah toksin yang dibuat dari lemak dan karbohidrat yang tergabung dengan membran luar dari bakteri Gram negatif, seperti Eschericia coli.

2. Peranan Bakteri bagi Kehidupan
Bakteri mempunyai peranan yang sangat besar bagi kehidupan, baik menguntungkan maupun yang merugikan.

a. Bakteri yang menguntungkan
1) Bakteri yang bermanfaat dalam produksi bahan makanan:
a) Lactobacillus casei dan Lactobacillus bulgaricus, untuk membuat yoghurt.
b) Acetobacter xylinum, untuk membuat nata de coco
c) Acetobacter, untuk membuat asam cuka.
d) Streptococcus lactis, untuk membuat mentega.
e) Lactobacillus sp untuk membuat terasi.

2) Bakteri penghasil antibiotik:
a) Streptomyces griceus, penghasil streptomisin.
b) Stretomyces aureofacien, penghasil aureomisin.
c) Streptomyces venezuele, penghasil kloramfenikol.

3) Bakteri penyubur tanah:
a) Rhizobium leguminosarum bersimbiosis pada akar tanaman kacang-kacangan dan dapat mengikat nitrogen. Azetobacter, Chlorococcum, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum yang hidup bebas dan dapat mengikat nitrogen.
b) Nitrosomonas dan Nitrosococcus, dapat mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobacter, dapat mengubah nitrit menjadi nitrat.

b. Bakteri yang merugikan
1) Pada manusia



2) Pada hewan
a) Actynomices bovis: bengkak rahang pada sapi.
b) Bacillus anthraxis: penyakit antraks pada ternak.
c) Streptococcus: radang payudara sapi.
d) Cytopage columnaris: penyakit pada ikan.

3) Pada tanaman
a) Xanthomonas oryzae: menyerang pucuk batang padi.
b) Xanthomonas campestris: menyerang tanaman kubis.
c) Pseudomonas solanacearum: layu pada terung-terungan.
d) Erwina carotovora: busuk pada buah-buahan.

4) Yang merusak bahan makanan:
a) Acetobacter: merubah etanol (alkohol) menjadi asam cuka sehingga merugikan perusahaan anggur.
b) Pseudomonas: membentuk asam bongkrek (racun) pada tempe bongkrek.
c) Clostridium botulinum: penghasil racun makanan.

Minggu, 14 Oktober 2012

Perang Dunia

Perang Dunia I dan II

Perang Dunia I

*Latar Belakang PD I - Persaingan daerah pemasaran dan sumber bahan baku - muncul persekutuan antarnegara Eropa: ~Tripple Entente[Perancis, Inggris, Russia] `Tripple Alliance[Jerman, Italia, Turki] - Terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand oleh seorang nasionalis Serbia * Dalam PD I, Jerman mengalami kekalahan dan harus menandatangani perjanjian Versailes, 28 Juni 1919. Akibat: dipersempitnya wilayah pihak Sentral [Jerman, Austria, Hongaria, Turki, Bulgaria] *Tokoh-tokoh PD I Tokoh yang menandatangani perjanjian Versailes: - Woodrow Wilson [AS]-->mengajukan 14 pasal perdamaian [Wilson's Fourteen Points] - Clemencau [Prc] - Loyd George [UK] * Akibat perang: - Lahir negara-negara baru - muncul faham diktatorisme, fasisme, komunisme. - dibentuk LBB(sekarang PBB atau United Nation)

Perang Dunia II

*Latar Belakang PD II: - Benito Mussolini di Italia mempelopori gerakan fasvio de combatimento, dengan cita-cita membentuk Italia Raya - Adolf Hitler, Jerman. Membentuk NAZI - Tenno Meiji, Jepang. Fasis Militer. *Jalannya perang: - 1937, Italia menduduki Abessynia dan Jerman menyerang Polandia, 1 Sept 1939. - Desember 1941, Jepang membom Pearl Harbour. - Prc, UK membantu Polandia menghadapi Jerman. - AS terlibat menghadapi aliansi Jerman, Italia, Jepang, setelah Pearl Harbour di bom *Akhir Perang: - Sekutu mendaratkan pasukan di PAntai Normandia, 6 Juni 1944 - Jerman menyerah pada Sekutu, Mei 1955 - Tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh AS. - 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu *Tanggal 17 Juli-2 Agustus 1945-->Konfrensi Postdam, utk mengakhiri perang: Isi: 1. Jerman dibagi jadi Jerman Barat dan Jerman Timur 2. Jerman harus membayar pampasan perang 3. Angkatan perang Jerman dikurangi 4. Partai NAZI dihapus 5. Penjahat perang akan dihukum * 8 September 1951-->Perjanjian San Francisco Isi: 1. Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS 2. Jepang membayar pampasan perang 3. Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan ke pemiliknya 4. Penjahat perang akan dihukum

Bacteria



                                                                  Bacteria



Bacteria are a vital component of the biological ecosystem. Bacteria generate oxygen and consume carbon dioxide, fixate nitrogen, recycle nutrients, decompose sewage and waste and participate in a multitude of biologically fundamental processes. Found in every environment on Earth, including high and low pH surroundings and radical temperatures, bacteria make life possible.




About Bacteria thumbnail
  1.  The Facts

    • Bacteria are microscopic, single-celled organisms present in the world surrounding us. Bacteria have a vast array of functions and sizes and live on and in humans, animals, plants, soil and water. The majority of bacteria have not been studied or characterized, and only 26 of the possible 52 categories, or phyla, of bacteria have been cultured in the lab.

    Misconceptions

    • The word bacteria has often been directly associated with the term germ. As a result of this association, bacteria have commonly been thought of strictly as disease-causing agents. Although some bacterium can cause human illness, the vast majority do not. Bacteria are actually quite beneficial and essential to human health and survival.

    Benefits

    • Bacteria represent an enormous and diverse portion of the organisms living on earth. Much of this population is of benefit to humans and our environment. Thousands of species of bacteria are found on and in the human body--enabling digestion, providing immune benefits and protecting the skin. Nitrogen fixation in the soil is made possible by bacteria, as is fermentation, decomposition and the manufacture of medications such as antibiotics.

    Type

    • There are thousands of species of bacteria. Scientists classify bacteria according to their shape, oxygen requirements or type of metabolism. Most bacteria are rod, sphere or spiral shaped and are either aerobic (requiring oxygen) or anaerobic (can not tolerate oxygen). Additionally, those bacteria that can metabolize carbon from carbon dioxide are termed autotrophes; those that cannot are called heterotrophes.

    Identification

    • All bacteria fall under the scientific classification of eukaryotes--organisms that have a cell wall but lack a membrane-enclosed nuclei and organelles. Basic identification of bacteria can be done microscopically based on this cell structure. A more common and accurate method for identifying bacteria is done by staining a sample of the cell with a dye. The simplest of the staining methods is gram staining, which allows bacteria to be easily grouped into one of four types based on the composition of their cell walls. Today, bacteria may also be classified using DNA-based molecular methods.

    History of

    • Bacteria were first identified in 1676 by Dutch scientist Antoine van Leeuwenhoek using a handcrafted microscope. Although the existence of microorganisms was hypothesized long before Leeuwenhoek, he was the first to observe bacteria, which he termed animalcules. During the mid-1880s and early 1900s, the field of bacteriology (later called microbiology) was developed and expanded by scientists such as Ferdinand Cohn, Louis Pasteur and Robert Koch.

    Evolution

    • Bacteria are believed to have been the first life forms on earth. Fossils as old as 3.5 billion years have been found to contain ancient cyanobacteria. These simple prokaryotes were the dominant form of life on Earth for approximately 4 billion years. DNA studies have demonstrated that modern-day bacteria evolved from these earliest known bacteria.